"Sorry, I came too late." Tidak pernah ada kata terlambat buat gue. Pun dalam hubungan ini. Banyak sekali pertimbangan ketika gue bilang kalau, gue tidak akan mengizinkan lo masuk ketika lo belum benar-benar sembuh dari luka yang lama. You'll end up hurting me. Hurting yourself. Hurting us. " Aku ini apa buatmu?" Everything I could wish for. A whole package. A home. But it would be difficult to share your home with somebody else. "I always be the one who love too much, then left alone ." " Maaf ." "Buat apa?" " Karena terlambat." All was game and fun, on and off, until in one point, both of us were trapped inside the... genuine feeling . " Jangan pergi... apa kita masih bisa temenan?" "Yeah, sure." Gue mengangguk, perih. "But I need time to heal. To recover." Then he starts to cry. "Did I hurt you?" I'm completly silent I can't even handle the question. It hurts. So...
Sayang, Waktu kamu tanya kenapa aku nggak pernah bilang sayang, aku kesel. Aku kesel karena, selama setahun lebih kita kenal ini, kamu nggak pernah mau denger apa yang aku bilang soal menjalin hubungan. Waktu pertama kita ketemu, kita masih sama-sama luka. Kamu baru habis nggak jadi nikah. Aku belum beres masalah sama orang. Kamu tahu kenapa aku keukeuh minta kamu jangan mulai dulu kalau perkara yang lama belum selesai ? Karena kalau dari pertama aku sudah bilang aku sayang, semuanya akan sangat, sangat, sangat berantakan dan menimbulkan luka baru . --------------------------- Sayang, Selama kita bareng setahun lebih ini, kamu inget nggak berapa kali kamu pacaran? Berapa orang yang kamu deketin? Berapa banyak dari orang-orang itu yang kamu ceritain ke aku? "Oh si A seperti ini, aku suka. Si B seperti ini, aku suka, si C seperti ini aku suka. Jadi aku dekati mereka semua, aku menjadi flamboyan, karena yang aku cari terpencar di mereka semua." Tiap k...