In virtually any context, someone you meet and share a significant encounter with who holds qualities akin to "the one" but for circumstance sake you are separated from; always after the fact. - Urban Dictionary
I really not in the mood to do anything today. I blame the hormones for the unwanted mood. But actually it was always you.
Kadang gue bertanya-tanya, dalam hati, dalam doa, dalam keramaian, dalam perbincangan, sampai kapan ini berlanjut? Kapan ini selesai? Setiap gue bilang sudahlah, sudahi, setelahnya, malah berlanjut.
Sampai kapan? Sampai tidak tahu kapan.
Sudah berapa lama ini? 10 tahun? Hampir? Lebih? Masih begini saja?
Kadang gue suka mikir, mungkin semua hubungan yang gue jalani tidak pernah berhasil karena gue tidak pernah bisa benar-benar keluar dari apa yang pernah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Tapi di sisi lain, gue juga berpikir bahwa hubungan yang gagal memicu gue tidak bisa keluar dari memori bertahun yang lalu. Kemudian hal-hal tersebut berputar menjadi lingkaran setan, menghadirkan pertanyaan yang sesungguhnya nggak perlu dimunculkan kembali.
Bagaimana kalau waktu itu........................
Mungkin kita terlalu terlambat untuk menyadari hal baik yang kita miliki ketika itu, dan mungkin gue terlalu bego buat bertindak.
Gue harus bisa menghilangkan semua what if(s) yang berseliweran di kepala dan menerima fakta, bahwa, saat ini, sudah waktunya gue hidup bahagia dengan apa yang gue miliki sekarang.
Seperti yang lo lakukan.
PS : I should change all of my password, including the one that contain numbers, because probably those things still related to you.
Komentar
Posting Komentar
silakan tinggalkan identitas (nama, website, id blog) saat memberikan komentar. terimakasih.