I remember it, it was a night just like this
One of those moments that just slip
But you just feel it from your heart to your fingertips
Malam itu, kamu beda dari biasanya.
Kamu iseng, masih seperti biasa. Jelalatan, masih seperti biasa. Genit, masih seperti biasa.
Kamu perhatian, lebih dari biasanya.
Kamu manja, lebih dari biasanya.
Tapi, kamu seperti sering melamun. Sering berpikir, seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal kehidupanmu.
Malam itu, kita duduk di bawah sinar lampu yang diredupkan. Nyaris tidak terlihat apapun. Kamu, mengelus pipiku, yang biasanya penuh dengan rasa gemas, saat itu, penuh rasa sayang.
Tidak seperti biasanya.
"Tidur, kamu." Begitu katamu.
Aku cuma tertawa kecil sembari memejamkan mata.
Satu.
Dua.
Tiga.
Lalu tanganmu menggenggam tanganku, dengan jemari yang mengusap penuh kehati-hatian.
Saat kulihat, kamu memejamkan mata sambil tersenyum.
Mungkin, kita harus bicara, agar tidak ada kesalahpahaman dan kesalahkaprahan
31 Maret - 1 April 2019, di atas langit antara Ninoy Aquino dan Soekarno Hatta.
Kamu perhatian, lebih dari biasanya.
Kamu manja, lebih dari biasanya.
Tapi, kamu seperti sering melamun. Sering berpikir, seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal kehidupanmu.
Malam itu, kita duduk di bawah sinar lampu yang diredupkan. Nyaris tidak terlihat apapun. Kamu, mengelus pipiku, yang biasanya penuh dengan rasa gemas, saat itu, penuh rasa sayang.
Tidak seperti biasanya.
"Tidur, kamu." Begitu katamu.
Aku cuma tertawa kecil sembari memejamkan mata.
Satu.
Dua.
Tiga.
Lalu tanganmu menggenggam tanganku, dengan jemari yang mengusap penuh kehati-hatian.
Saat kulihat, kamu memejamkan mata sambil tersenyum.
Mungkin, kita harus bicara, agar tidak ada kesalahpahaman dan kesalahkaprahan
31 Maret - 1 April 2019, di atas langit antara Ninoy Aquino dan Soekarno Hatta.
Komentar
Posting Komentar
silakan tinggalkan identitas (nama, website, id blog) saat memberikan komentar. terimakasih.